Pengalaman Amalgamasi Saldo BPJS Ketenagakerjaan
✑Sebagai seorang pekerja formal di Indonesia, pekerja akan menjadi peserta program jaminan ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan. Saat menjadi peserta program, peserta memperoleh nomor BPJS Ketenagakerjaan. Saat berpindah perusahaan tempat bekerja biasanya nomor ini akan sama. Ada kalanya tempat kerja baru akan mendaftarkan lagi sehingga pekerja akan memiliki lebih dari satu nomor BPJS Ketenagakerjaan. Hal inilah yang saya alami. Akibatnya saya memiliki dua nomor BPJS Ketenagakerjaan dengan saldonya masing-masing. Pada artikel ini saya akan menceritakan pengalaman menyatukan saldo ke dalam satu nomor melalui proses yang disebut amalgamasi.
Proses amalgamasi cukup mudah dilakukan dengan bantuan aplikasi JMO yang dikeluarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Langkah pertama, unduh aplikasi JMO dan buat akun jika belum memilikinya. Berikutnya, login ke aplikasi JMO dan pilih menu Pengkinian Data. Ikuti instruksi yang ditampilkan di dalam menu Pengkinian Data. Sesudah melakukan pengkinian data tunggu hingga 48 jam. Setelah itu kita akan menerima email dari BPJS Ketenagakerjaan bahwa proses amalgamasi atau penggabungan saldo berhasil dilakukan.
Ada hal yang sempat membuat saya kaget adalah nomor terbaru saya sempat menjadi tidak aktif. Ternyata hal ini adalah sesuatu yang normal. Begitu penggabungan saldo berhasil, nomor terbaru tidak aktif dan nomor terlama menjadi aktif kembali. Semua saldo mengumpul di nomor terlama.
Demikianlah pengalaman saya melakukan amalgamasi saldo BPJS Ketenagakerjaan. Saya cukup terkesan dengan prosesnya yang cukup mulus. Dengan ini saya mengakhiri tulisan ini. Terima kasih dan sampai jumpa lagi di kesempatan berikutnya.